Tuesday, December 25, 2007

LAYAR KEINSAFAN .

Sepi benar senja ini

Bayunya semilir menganak ombak kecil

Jalur ufuk pun dah mengemas terang

Kapal dan layar terkapar

Mengapa nantikan senja

Barukan terdetik pulang ke pengkalan

Busar malam menghampiri

Ku tewas di lautan

Tuhan..

Layarkan ku ke arah cinta-Mu

Tuntuniku menggapai redha-Mu

Rimbunan kasih-Mu ku berteduh

Kepada-Mu ya Tuhan….

Berikan secebis keinsafan

Bekalan sepanjang perjalanan

Mencari ketenangan

Biar Kau menjadi saksi

Tulus tangisku kala dinihari

Kesempatan yang hanya sebentar

Moga keikhlasanku terlakar

Berikan aku hidayah

Agar dikuatkan iman yang lemah

Moga diberkati hidup ini

Menuju bahagia

Yang kekal abadi

Harapanku moga dikurniakan

Manisnya iman berpanjangan

Moga lautan hilang gelora

Untuk ku belayar….

Tuesday, December 18, 2007

Apakah ‘Taubat’ ?

Apakah ‘Taubat’ ?

Apakah ‘taubat’ itu? Taubat bukanlah istighfar. Hanya semata mengucapkan ‘astaghfirullah’, walaupun seribu kali, bukanlah taubat. Sebagaimana qur’an mengatakan,

“Karena itu beristighfarlah kepada-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya” (QS. 11:61).

Maka, dari ayat di atas, jelas nampak bahwa Istighfar dan taubat adalah dua hal yang berbeza.

Kata ‘taubat’ berasal dari kata ‘taaba’, artinya ‘kembali’. Taubat adalah sebuah ‘keinginan’, kegandrungan, keperluan akan Allah, maupun segala yang dapat membuat kita lebih mengenal-Nya. Oleh kerana itu, landasan taubat adalah mencari Allah, mencari kesejatian, mencari hakikat kehidupan ini. Orang mampu saja mengucap istighfar ribuan kali sehari, tapi sama sekali tidak bertaubat.

Orang mampu zikir ribuan kali, dengan niat supaya cerdas, supaya sakti, supaya mampu mengubati, supaya karir bagus, supaya lulus ujian, macam-macam. Rajin shalat malam, supaya berwajah cerah dan cantik. Rajin puasa, supaya sihat, supaya tidak gemuk. Di mana Allahnya? Mungkin Allah kita tempatkan nombor dua atau tiga.

Maka dari itu, pertama sekali, kita murnikan niat kita dahulu. Kita niatkan semuanya hanya untuk kembali kepada-Nya (taubat), supaya semakin diberi-Nya petunjuk bagaimana taubat yang benar itu. Supaya diajari-Nya hakikat kehidupan ini.

Junjungan kita Rasulullah Muhammad Saw mengucapkan do’a berikut ini, yang dibaca setiap kali Beliau selesai berwudhu:

“Allahummaj’alni minat-tawwabiin, waj ‘alni minal muthahhiriin.”

“Ya Allah, jadikan hamba termasuk ke dalam ‘At-Tawwabiin’ (mereka yang bertaubat), dan jadikan hamba termasuk ke dalam ‘Al-Muthahhiriin’ (mereka yang disucikan).”

Bahkan Rasulullah Saw pun masih memohon kepada Allah untuk dimasukkan ke dalam golongan orang yang bertaubat. Bukankah Rasulullah telah suci, bebas dosa, dan telah dijamin syurga oleh Allah ta’ala?

Kita mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun. Tapi, Maha Pengampun terhadap siapa?

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shaleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. 20:82).

Implikasi Ke’Mahapengampun’an Allah

Kita mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun. Tapi, Maha Pengampun terhadap siapa?

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shaleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. 20:82).

Allah Maha Pengampun pada yang bertaubat (saja). Jika kita bertaubat, kembali kepada-Nya, maka barulah asma ‘Maha Pengampun’ ada implikasinya terhadap kita. Jika kita misalnya dikenal sebagai orang yang pemaaf, tentu sifat pemaaf kita tidak ada implikasinya terhadap orang yang tidak kita kenal. Jadi, kepemaafan kita berlaku pada orang tertentu saja, tidak dengan sendirinya pada semua orang.

Demikian pula Allah. Dia Maha Pengampun (hanya) kepada mereka yang bertaubat. Kepada yang tidak bertaubat, walaupun dia dikenal dengan Maha Pengampun, tentunya tidak ada hubungannya. Ke-Maha Pengampunan-Nya tidak ada implikasinya sama sekali kepada mereka yang tidak bertaubat, kepada mereka yang tidak berusaha kembali kepada-Nya.

Jika kita hanya istighfar saja, maka belum tentu Allah Maha Pengampun kepada kita. Tapi jika kita bertaubat, kemudian memperbaiki diri, maka Allah Maha Pengampun kepada kita. Taubat –harus– diikuti dengan memperbaiki diri, supaya taubat kita diterima oleh-Nya.

Demikianlah yang kita lihat pada ayat-ayat berikut ini:

“Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 5:39)

“Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 24:5)

“Barangsiapa yang berbuat kejahatan diantara kamu karena kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 6:54)

Monday, December 17, 2007

munajat seorang hamba...

Ya Allah......Maha Suci Engkau.....
Engkau telah menciptakan aku,sedang aku ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut....
Engkaulah yang memberi kepadaku akan setiap kejadian hidup dengan urusan yang mudah,
Betapa pendengaran,penglihatan, hati dan yang lain iaitu kelebihan yang banyak,
Engkaulah yang memberi petunjuk kepadaku kejalan-Mu dengan perantaraan seorang hamba yang Engkau telah mengutusnya kepada segenap umat manusia sebagai lampu menerangi..
Iaitu Muhammad bin Abdullah yang membawa berita gembira dan pemberi peringatan,
Aku bersalah, aku berdosa dengan kekecewaan sepanjang masa¡­¡­.
Kemudian aku teringat dan aku bertaubat kepada-Mu dengan kehendak-Mu
Dengan taubat yang sebenar-benarnya.
Disinilah aku brdiri di pintu-Mu Ya Allah, dengan menangis dan menyesal,
Dan mohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Pengampun.
Dengan penuh kerendahan,akulah seorang yang memohon keutamaan-MU adalah Agung.
Ya Allah,janganlah Engkau menolak aku dan semua orang yang berdiri bersamaku dipintu-Mu,
Dengan kekecewaan dan kesedihan.
Masukkanlah kami kedalam golongan orang-orang yang soleh yang sama
mensucikan Engkau seraya memuji kepada-Mu sepanjang waktu.
Dan tetapkanlah pada kami kasih sayang dari sisi-Mu,maka kepada siapa selain Engkau
Ya Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
Ya Allah......Maha Suci Engkau.....

Munajat ku kepada Penciptaku

Ya Allah,Ya Tuhanku, Tuhan Yang Maha Pencipta…
Daku datang padaMU Ya Tuhan…
Daku datang utk hampir padaMU….
Daku datang mengetuk pintu hidayahMU..
Ya Allah bukakanlah, pintu cahayaMU,,daku disini di depan pintuMU….
Menanti nanti……dengan wajah penuh sayu…Ya Allah..malu ku mbuatku tak mmpu mendongak dipintuMU…..
Ya Tuhanku…ampunilah daku,ku tak mmpu menhmpiriMU dengan berlari…
Izinkan daku merangkak walaupun perjalananMu itu panjang..
Perlahan….agar daku dapat belajar bangkit utk berlari dlm meraih hidayahMu…
walaupun diperjalanan ini,pastinya diriku tercarik onak nan berduri…
trcalar dek rumput yg berbisa,terluka kan batu yg bergilis…
ku tak kan berpaling menoleh ke belakang…
kerna ku pasti dihadapanku itu cahayaMU…..
cahayaMU yang sirna sinarannya terbit seakan lorong putih menerangi jalanku….

Ya Allah……Ya Rabbi…
Duhai kekasihku,,duhai harapanku…….
Ku tundukkan wajahku,diriku padaMU Yang Esa,
Disaat lidah ku kelu,mataku terpaku…
Hatiku kedu, butiran kalimahMu bersarang dalam bibir dan kalbuku…
Ya Tuhan,….namaMu,FirmanMu mengetarkan hatiku…
Walaupun adakalanya,,langkah ku kaku..
Langkah ku terhenti diperjalann itu..
kerna luka yg sakit brdarah…..kerna pesona dunia..
Ya Allah…….luka berdarah itu mengalir tiada dpt ku henti…
Telah ku sapu dengan penawar zikir,kalimah suciMU…
Darah itu tetap jua mengalir,itukah dugaan hidup yg sentiasa kan hadir dlm hidup insan?
Ya Allah…sedalam manapun dn walau sederas mana darah itu mengalir di kaki ku…
cintaMU tetap ku sambut….cintaMU akan tetap kukejar…
perjalann ini akan ku teruskan….perjalann menuju cintaMU yg suci..
walaupun ditakdirkan dipertengahn jalanku ini…kakiku kaku..nafasku terhenti…
masihkah Kau sudi padaku? sudikah Kau terima cintaku Ya Allah……terimalah hambaMU yang hina dn penuh dosa ini,kerna…tiada amalan dn bekal yg kubawa…
bekal dn amalan ku itu hakikatnya adalah rahmat dariMu…
Engkaulah yg mmberikan kebaikan dlm hidupku…..sedang daku tiada memiliki walau sebesar zarah….hidupku,matiku…adalh milikMU Ya Rahman……
Ya Allah….mungkin cintaku tidak sebanding cinta srkandi sufi Rabiatul Adawiyah….yang hanya mendambakan seluruh hidupnya pda cintaMu…cukuplah andai ku mendapat rahmat cahaya cintaMU sepertinya…dalam hatiku

Ya Tuhan….Ya Rahman…..Ya Rahim…
Engkau ciptakan daku dari tiada kepada ada,
dr tiada dapat disebut kpd seseorng bernama 'insan'…..
Kejamnya daku sbg hambaMu…melupakanMU tika daku sudah mengenal dunia…
Tenggelam dgn pautan dunia,yang merayu-rayu…
mengoda mata yang melihat,telinga yg mendengar,hati yang merasa…
itulah perhiasan dunia ciptaanMU utk hambaMu…
yg lemah iman pastikan hanyut,yang kuat pastikan selamat..
namun sebaik-baik prhiasan dunia adalah 'Wanita Solehah'….
Wahai Pelindungku….bantulah daku utk mengingatiMU,mensyukuri nikmatMU, dan supaya daku dapat menyembahMU dengan kelebihan tenagaku…
Jadikan daku sayap kiri perjuangan yg teguh dn kuat disisi sayap kanan yg berjuang di jalanMU dan mati kernaMU
Tak ternilai airmata dan darah ini dgn permata dn dunia ini seisinya,
namun dgn rahmatMU..Janganlah biar daku lemah dgn dunia ini..
Ampunilah dosaku daripada cinta kasih MU dan kasihanilah daku,
Krena sesungguhnya kaulah yang memaafkan kesalahan-kesalahan dan memberi kurnia kepada hamba-hambaMU..
Wahai Tuhan sekelian alam.

Thursday, December 13, 2007