Wednesday, February 6, 2008

Taubat Nasuha

Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat.

Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya

agar mereka dapat kembali kepada-Nya

Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa

kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia

berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah

diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal

ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam

pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat

dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri

sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah.

Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada

ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang

Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Seperti diterangkan

dalam surat Al Baqarah: 160 "Dan Akulah yang Maha Penerima

Taubat lagi Maha Penyayang."

Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di

hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan

kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya

Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan

diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah:

222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan

menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya

selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu

menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin

kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam

Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah

membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat

orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari

terbit dari barat."

Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan

membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu

taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-

dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun

lagi Maha penyayang.

Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat:

133, "Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga

yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-

orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan

hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang

yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan

Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga

orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau

menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon

ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat

mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak

meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."

Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah

adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Sebagaimana

dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, "Hai orang-orang yang

beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-

murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-

kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir

di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak

menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya,

sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan

mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami,

sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami,

sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".

Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat

ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu

dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang.

Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama

manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya.

Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah

penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah).

Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila

kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah

mencintainya".

(dipetik daripada artikel dari komuniti ukhwah.com)